Showing posts with label Militer. Show all posts
Showing posts with label Militer. Show all posts

Monday, 11 July 2016

Heboh! Senapan Pindad TNI AL Jebol Rompi Anti Peluru Marinir Amerika

Senjata SS1 Varian 1 (SS1 V1) buatan PT Pindad yang dipergunakan oleh tim marinir TNI AL mampu menjebol rompi antipeluru milik United State Marines Corps (USMC). Peristiwa itu terjadi saat uji setting senjata atau zeroing dalam rangakaian Latihan Rim of Pacific di Kaneohe Bay Marine Corps Base, Hawaii, Honolulu, Amerika Serikat baru-baru ini.
Komandan Satgas Marinir Indonesia, Mayor Mar Indra Fauzi Umar yang membawa 45 anggota pilihan dari Indonesia mengatakan, zeroing senjata dilaksanakan oleh tiga negara yakni Indonesia, Amerika Serikat, dan Australia yang tergabung dalam satu kompi.
"Seluruh unsur kompi seharusnya melakukan zeroing, tapi kemarin minus New Zealand," ujar Indra, Hawaii, Amerika Serikat, Minggu (10/7/2016).

Dia menjelaskan, program zeroing senjata merupakan program tambahan yang dilaksanakan sebelum latihan sebenarnya digelar. Zeroing dilakukan untuk membedah setting dan perkenaan senjata yang dipakai oleh anggota kompi. "Zeroing untuk mengenalkan senjata, tujuannya agar bidikan tepat," jelasnya.
Proses pengenalan senjata antar anggota kompi, kata dia merupakan peristiwa menarik yang ditunggu-tunggu dalam sebuah ivent latihan bersama. Lanjutnya, setiap negara yang mengirimkan pasukan dalam latihan multilateral biasanya memiliki rasa ingin tahu dan penasaran terhadap senjata yang dipergunakan oleh kontingen negara lain.
"Saat itu USMC menggunakan senjata jenis M4, Australia menggunakan Steyr dan kita (Indonesia) menggunakan produk Pindad," ucapnya.
   
Menurutnya, uji tembak dilakukan dalam jarak standar zeroing, yakni 25 meter atau seperempat dari jarak menembak sebenarnya pada saat latihan. Dia menambahkan, seluruh jenis senjata yang akan dipergunakan dalam latihan harus melalui proses zeroing agar dalam satu kompi saling mengetahui kekurangan dan kelebihan perangkat anggota kompi lainnya.
Dia menyampaikan, selain senjata, USMC awalnya menawarkan body armour vest atau rompi antipeluru dan helm untuk dipergunakan dalam latihan. Namun setelah rompi standar mereka tertembus peluru buatan Pindad, USMC membuat laporan resmi kepada atasan mereka. "Di lapangan akhirnya laris senjata kita dicoba sama mereka (kontingen negara lain)," tukasnya.
Perwira menengah yang sehari-hari menjabat sebagai Pabandya Spers Pasmar-2 Jakarta itu menuturkan, berita tembusnya rompi dan helm standar tempur USMC itu menyebar dengan cepat. "Pada acara jamuan makan di KRI Diponegoro kemarin (Kamis) ada Perwira Bintang Satu USMC yang kroscek ke saya," tuturnya.
   
Bahkan, kata dia, armour plate atau baja penahan laju peluru pada rompi yang dapat ditembus oleh senjata Indonesia memiliki ketebalan hingga 1,75 centimeter. "Sama M4 dan Steyr cuma penyok, sama peluru kaliber 5,56 centimeter Pindad tembus," tandasnya.
Keunggulan SS1 V1 buatan Pindad yang melampaui Steyr dan M4 diakuinya dapat menaikkan moral dan kepercayaan diri pasukan. Usai peristiwa itu, bahkan barak tempat kontingen Indonesia berkemah sempat didatangi beberapa anggota marinir asing untuk berkenalan, dan bertukar cinderamata. "Bahkan komandan basis memuji, katanya kalau marinir kita disuruh nembak berlian, pasti kena," ucapnya.
Hingga bulan Agustus mendatang, sebanyak 45 orang anggota marinir TNI AL akan mengikuti latihan perang bersama dan tergabung dengan 27 negara peserta Rim Of Pacific. Latihan yang diselenggarakan oleh AL Amerika dua tahun sekali di Hawaii itu merupakan latihan multilateral terbesar di dunia.
Sumber : sindonews.com

Friday, 1 July 2016

Melaju hingga 40 Knot, Kapal Tank Pindad Diklaim yang Tercepat

Jakarta -Indonesia patut bangga dengan perkembangan industri pertahanannya.PT Pindad(Persero) bersama PT Lundin Industry Invest tengah mengembangkankapal peranglayaknya tank di laut. Kapal yang disebutTank Boatini diklaim bisa melesat dengan cepat.
Direktur PT Pindad Silmy Karim mengungkapkan, kapal tank ini akan menyita perhatian di dunia alat pertahanan negara-negara di dunia.
"Memang ada beberapa negara punya boat yang ada cannonnya (meriam), tapi yang kami kembangkan ini jenis catamaran (double hull), jadi kecepatan bisa sampai 40 knot, yang lain tidak bisa secepat itu," kata Silmy saat berbincang denganLiputan6.com, Sabtu (14/5/2016).
Sebenarnya, saat ini Swedia sudah memiliki Swedish Combat Boat 90 H dan Finlandia juga sudah mengembangkan kendaraan tempur laut yang dinamakan Patria NEMO 120mm mortar boat. Hanya saja semua itu memilikisingle hullatau seperti boat biasa.
Tank boat buatan RI ini akan dilengkapi dengan cannon kaliber 105 mm. Besaran amunisi ini dinilai Silmy lebih cocok dan fleksibel dengan tipe tank kapal itu.
Silmy menambahkan, tank boat itu tengah dalam persiapan pembuatan prototype. Setelah selesai, nanti baru akan dibuat maket dan akan dikenalkan ke masyarakat.
"Rencana kita akan kenalkan saat Indo Defence besok November," paparnya.
Dalam pengembangannya, Pindad akan menggandeng PT Lundin yang merupakan perushaan spesialis pembuatan kapal-kapal tempur kelas medium.รข€Ž Nantinya Pindad akan mengerjakan kanon dan tekhnologinya, sementara Lundin akan membangun hull nya. (Dikutip dari Bisnis Liputan6.com)

Monday, 23 May 2016

SS2-V4 dan pistol G2 Combat antar TNI AD menjadi juara umum lagi untuk kesembilan kalinya lomba menembak AASAM, bukti produk lokal superior

Jakarta - Prajurit TNI AD kembali menjadi juara umum di Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM). PT Pindad yang senjatanya selalu digunakan oleh TNI AD dalam turnamen menembak tersebut mengaku siap menghadirkan senjata-senjata terbaiknya.

Keberhasilan kontingen TNI AD menjadi juara umum untuk kesembilan kalinya pada lomba Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) di Australia pada tanggal 3 Mei 2016 sampai dengan 20 Mei 2016 tidak lepas dari kontribusi PT Pindad sebagai suplier senjata dan amunisi bagi kontingen TNI AD. Sejak awal berpartisipasi dalam perlombaan tersebut pada tahun 2008 dan selalu menjadi juara umum sejak keikutsertaan pertama, TNI AD selalu menggunakan senjata yang diproduksi oleh PT Pindad yaitu SS2-V4 dan pistol G2 Combat.

"Kemenangan untuk kesembilan kalinya ini juga membuktikan bahwa kualitas senjata buatan Pindad terbukti baik dan dapat bersaing dengan pabrikan senjata asing lain," kata Direktur Utama PT Pindad, Silmy Karim seperti tertulis dalam siaran persnya, Senin (23/5/2016).
Hasil membanggakan dengan 23 medali emas, 13 medali perak dan 9 medali perunggu yang diraih oleh kontingen TNI AD membuktikan bahwa kualitas penembak yang dimiliki tidak kalah dengan negara lain. Karenanya, lanjut Silmy, Pindad akan terus mendukung TNI AD dengan menghadirkan senjata-senjata terbaiknya. Selain itu, Pindad juga memberikan apresiasi dengan memberikan uang sebesar Rp 500 juta kepada kontingen TNI AD yang berangkat ke Lomba AASAM 2016. Selain karena sudah mempertahankan gelar juara umum selama 9 tahun, juga karena telah memperkenalkan produk Pindad kepada negara lain yang ikut berkompetisi.
"Manajemen Pindad tidak hanya sekedar menyampaikan terima kasih kepada kontingen AASAM berupa tanda apresiasi sebesar Rp 500 juta. Selain telah menggunakan produk kami saat perlombaan, tim TNI AD juga secara langsung turut memperkuat promosi terkait brand awareness kepada negara lain," ujar Silmy.

Dalam keterangan terpisah, Direktur Komersial PT Pindad Widjajanto mengungkapkan bahwa minat kepada senjata jenis SS2 khususnya SS2 V4 sangat tinggi setelah senjata tersebut digunakan selama keikutsertaan kontingen TNI AD pada AASAM dan selalu menjadi juara umum. Saat ini, menurut Widjajanto, negara-negara Timur Tengah menjadi peminat terbesar produk Pindad.

"Peminta terbesar adalah negara Timur Tengah. Karena Timur Tengah target bukan membeli tapi manuvaktur di Timur Tengah," ungkap Widjajanto selepas acara penyambutan kontingen TNI AD di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (23/5).
Tidak ketinggalan, Pangdiv I Kostrad Mayjen TNI Sudirman tidak lupa mengucapkan rasa bangga kepada Pindad. "Kita menggunakan produk Pindad karena bangga pada republik ini. Kita bangga dengan putra-putri Indonesia yang membuat senjata dan buktinya kita tidak terkalahkan," ujarnya dalam kesempatan yang sama.
(Dikutip dari detik.com)

TNI AD menjadi juara umum lagi pada Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2016

Jakarta - Penembak TNI AD kembali menjadi juara umum pada Lomba Tembak Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2016. Kontingen TNI AD yang dipimpin Mayor Inf Syafruddin itu hari ini telah tiba kembali di Indonesia. Rombongan yang terdiri dari 19 orang itu tiba di Terminal 1B VIP Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (23/5/2016).
Perlombaan tersebut berlangsung selama 16 hari dari tanggal 3 Mei 2016 hingga 19 Mei 2016 di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia.

TNI AD keluar sebagai Juara Umum AASAM tahun 2016 setelah meraih 23 medali emas dari 50 medali emas di berbagai materi lomba tembak, baik beregu maupun perorangan yang diperebutkan. Sebagai runner up adalah kontingen dari Angkatan Darat Tiongkok dengan perolehan 9 emas disusul peringkat ketiga yaitu kontingen dari Angkatan Darat Jepang yang memperoleh 4 medali emas.
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Sudirman menyambut kedatangan kontingen tersebut. Dia atas nama dan TNI AD dan KSAD Jenderal Mulyono menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas prestasi yang diraih.

"Anda telah meraih prestasi yang membanggakan karena dari 50 medali emas yang dipertandingkan, anda mendapatkan 23 medali emas dengan mengalahkan negara-negara kuat. Yang lebih membanggakan lagi penembak TNI AD berhasil berjaya dengan menggunakan pistol dan senapan buatan PT Pindad, salah satu industri strategis dalam negeri kebanggaan anak bangsa Indonesia," kata Sudirman.
Hadir pula di lokasi penyambutan istri dari para penembak TNI AD tersebut. Selain itu perwakilan dari PT Pindad juga tampak di lokasi.

Pada ajang menembak Angkatan Darat tingkat dunia yang diikuti oleh 20 negara, TNI AD berhasil mengalahkan beberapa negara yang dikenal memiliki kekuatan Angkatan Darat yang cukup kuat seperti Amerika Serikat, Prancis, United Kingdom dan tuan rumah, Australia.
Kontingen TNI AD yang dipimpin oleh Mayor Inf Syafruddin (Akmil 2000) yang sehari-hari menjabat Kasiops Sops Divisi 1 Kostrad berhasil meraih 23 medali emas dari 50 medali emas di berbagai materi lomba tembak, baik beregu maupun perorangan yang diperebutkan. Sebagai runner up adalah kontingen dari Angkatan Darat Tiongkok dengan perolehan 9 emas disusul peringkat ketiga yaitu kontingen dari Angkatan Darat Jepang yang memperoleh 4 medali emas.
(Dikutip dari detik.com)

Thursday, 12 May 2016

China Khawatir Indonesia Akan Genjot Anggaran Pertahanan Sampai US$20 Miliar/Tahun

WASHINGTON - Belanja pertahanan Indonesia bisa tumbuh sampai US$20 miliar per tahunpada 2019 untuk melindungi kedaulatannya, termasuk wilayah Laut Cina Selatan dekat klaim China, kata penasihat Presiden Indonesia Joko Widodo, Selasa (9/12/2014).


Sejumlah alat utama sistem persenjataan (Alutsista) berupa KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan helikopter Anti Kapal Selam (AKS) jenis Eurocopter SA 365/AS365 Dauphin 2 (Dolphin). Antara

Luhut Panjaitan, mantan komandan pasukan khusus Indonesia, mengatakan, Jakarta tidak punya rencana untuk menggunakan kekuatan untuk menyelesaikan sengketa teritorial di Laut China Selatan dan akanterus mempromosikan dialog antara Beijing dan saingan regional.

Tapi dia bilang itu penting untuk memperkuat militer Indonesia untuk melindungi kepentingan nasional,termasuk Natuna - yang terdiri dari 157 pulau yang sebagian besar tidak berpenghuni di lepas pantaibarat laut Kalimantan yang kaya minyak, gas dan ikan.

Secara resmi, China dan Indonesia sepakat pulau-pulau adalah bagian dari Provinsi Riau di Indonesia.Tapi pada April, kepala angkatan bersenjata Indonesia yang menuduh China memasukkan bagian dariNatuna dalam apa yang disebut "Sembilan-Dash Line," yang batasnya tidak jelas digunakan pada petaChina untuk mengklaim sekitar 90% dari Laut Cina Selatan, termasuk wilayah yang diklaim oleh anggota lain dari Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Asean).

Saturday, 7 May 2016

RBU 6000, Senjata "Aneh" Andalan Milik TNI AL

TNI Angkatan Laut ternyata memiliki senjata yang sangat sangar yakni, RBU (Reaktivno-Bombovaja Ustanovka ) 6000, senjata itu bisa dibilang menjadi senjata andalan TNI AL dalam gelar-gelar latihan tempur, seperti pada level Latihan Gabungan TNI. 


Senjata TNI AL RBU (Reaktivno-Bombovaja Ustanovka ) 6000
Satu unit RBU-6000 memiliki berat 3.100 kilogram 

Seperti dilansir Indomiliter edisi Senin 9 Januari 2014, TNI AL cukup beruntung memiliki jenis senjata ini, sebab RBU-6000 termasuk senjata anti-kapal selam di era Perang Dingin yang cukup diandalkan oleh negara-negara Pakta Warsawa atau sebuah aliansi militer negara-negara Blok Timur di Eropa Timur.

Baca juga :
Inilah Penampakan Senjata Bawah Air Menakutkan yang Akan Dirilis PT.PINDAD 2017
Senjata Buatan Pindad yang Bikin Indonesia Kian Seram

RBU-6000 mulai dioperasikan oleh Angkatan Laut Uni Soviet pada 1960-1961. Adaptasi RBU-6000 cukup luas, tidak hanya kelas korvet, jenis frigat hingga destroyer juga lazim mengandalkan RBU-6000.

Pengoperasian RBU-6000 sudah tergolong modern, yakni dengan sistem kendali otomatis dari pusat informasi tempur yang mengandalkan Burya fire control system agar akurasi serta arah elevasi multi larasnya dapat terjaga.
RBU Firing 

Secara total, pola penembakkan RBU-6000 dapat di setting untuk satu kali tembakan, 2x, 4x 8x atau salvo 12x. Menyadari panasnya laras setelah dilakukan penembakkan, dilakukan pendinginan dengan air.

Kemudian apabila amunisi sudah habis, sementara kapal selam yang diburu belum kalah tidak jadi masalah karena RBU-6000 siap melakukan reload amunisi secara otomatis dengan teknologi 60UP loading system yang terletak dibawah dek peluncur.

Design RBU6000 
Umumnya tiap-tiap peluncur dapat memuat magazine yang berisi 72 hingga 96 roket. Jumlah yang cukup besar untuk mengkandaskan atau paling tidak membuat kapal selam musuh rusak berat.

Satu unit RBU-6000 memiliki berat 3.100 kg, lebar 2 meter, tinggi 2,25 meter, dan lebar 1,75 meter. Untuk menyesiakan arah sasaran, tingkat elevasi dapat disesuaikan mulai dari -15 sampai 60 derajat. Untuk sudut putarnya mencapai 180 derajat.

(Dikutip dari rtv.co.id)

Friday, 6 May 2016

Inilah Penampakan Senjata Bawah Air Menakutkan yang Akan Dirilis PT.PINDAD 2017

Kita harus bangga dan percaya diri dengan inovasi terbaru PT PINDAD ini. Senapan Serbu Bawah Air ini merupakan senjata yang menakutkan, sehingga kita akan menjadi bangsa yang disegani dan dihormati di Kawasan Asia dan Dunia.

Jakarta - PT Pindad kembali meningkatkan inovasi produknya untuk jenis senapan. Setelah dikenalkan akan ada SSX yang bakal diluncurkan di tahun ini, kini masih ada senapan lain yang sedang dikembangkan.


Senapan Serbu Bawah Air (SSBA) menjadi nama senapan ini. Sesuai dengan namanya, senapan yang dikembangkan atas kerja sama Dislitbang TNI AL‎ ini merupakan senjata yang bisa digunakan di bawah air.

‎Senapan ini dibuat demi mendukung pasukan khusus TNI, di mana TNI AL dengan Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska), Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), dan Pasukan Intai Amfibi (Taifib)‎.

Dikatakan Silmy, selama ini pasukan khusus TNI tersebut masih dibekali oleh senapan buatan Rusia yang bernama‎ APS (
Avtomat Podwodnyy Spetsialnyy). Senapan bawah air Rusia ini pertama kali dikenalkan pada 1975. Namun sampai sekarang APS masih menjadi andalan beberapa pasukan khusus di masing-masing negara."Kita kembangkan sejak 2013, kemungkinan kita launching pada 2017, kita sedang sempurnakan terus agar menjadi senjata yang unggul‎," kata Silmy saat berbincang, Rabu (13/1/2016).


Untuk itulah, Pindad dengan TNI AL mengembangkan senapan dengan jenis yang sama. SSBA ini merupakan turunan dari SS1 Marinize, di mana senapan ini dikembangkan dengan sistem tahan air.

"Konsep bawah air itu beda dengan tahan air. Kalau bawah air itu ya bisa menembak di bawah air, tapi kalau tahan air itu, baru bisa digunakan kalau sudah keluar dari air," jelas Silmy.

Pemenuhan untuk pasukan khusus TNI tersebut merupakan alasan khusus dari pengembangan SSBA. Namun menurut Silmy tujuan utama adalah upaya untuk menjadikan Indonesia menjadi negara mandiri dalam membuat alutsista sehingga mengurangi ketergantungan terhadap luar negeri.
(Dikutip dari Liputan6.com)

Senjata Buatan Pindad yang Bikin Indonesia Kian Seram

INDONESIA sudah sepatutnya berbangga karena telah mempu menjelma menjadi salah satu negara dengan produsen senjata canggih di dunia. Adalah PT Pindad, aktor utama yang membuat persenjataan militer Indonesia begitu ditakuti dan diakui dunia.

Bahkan, kualitas mengagumkan senapan buatan Pindad ini berhasil membuat TNI berjaya dalam berbagai kompetisi menembak internasional. Sehingga sebagai anak bangsa sangat pantas kita berbangga atas prestasi industri senjata nasional satu ini.

Indonesia belum lama ini juga telah melakukan ekspansi bisnis senjatanyua hingga ke Timur Tengah, dengan menjual lisensi pembuatan senapan serbu SS-2 yang selama ini menjadi produk andalan Pindad.

Berikut deretan senjata canggih buatan PT Pindad yang bikin teknologi persenjataan Indonesia semakin mendunia sebagaimana dikutip Okezone dari berbagai sumber.

Senapan Serbu (SS-1)

Senapan Serbu (SS-1) merupakan senapan serbu buatan PT Pindad yang mengantongi lisensi dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN) asal Belgia.
SS-1

Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 milimeter standard NATO dan memiliki berat kosong 4,01 kilogram. Senapan SS-1 bersama dengan M16, Steyr AUG dan AK-47 menjadi senapan standard yang digunakan TNI dan Polri.

Senapan Serbu (SS-2)

Senapan Serbu (SS-2) merupakan generasi kedua dari senapan serbu Pindad edisi sebelumnya yakni SS1. Namun, ia memiliki desain lebih ergonomis, akurasi lebih baik, tahan dengan kelembaban udara tinggi dan tentunya lebih ringan. Jarak jangkauan tembak SS-2 mencapai 400- 500 meter dan dilengkapi teleskop Trijikon atau Close Quarter/Tactical CQT.


Senapan SS-2 (foto: Pindad) 

Selain itu, SS-2 juga dapat dipasangi peredam, teropong malam, bayonet, serta pelontar granat kaliber 40 milimeter. Sedangkan popornya dapat dilipat sehingga mudah untuk dibawa oleh prajurit di lapangan. Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 milimeter standard NATO dan memiliki bobot kosong 3,2 kg.

Senapan SS-2 juga dilengkapi ball stopper di mana saat peluru habis ditembakkan, penembak tidak perlu mengokang kembali senjata untuk pengisian magazin. Salah satu keunggulan SS-2 adalah minimnya entakan saat dipakai menembak. Selain tiu, ia juga dapat memuntahkan peluru tunggal ataupun rentetan peluru.

Senapan Sniper (SPR-2)

Senjata jenis ini hanya diproduksi tidak lebih dari empat negara di dunia, termasuk Indonesia. Amerika Serikat (AS) juga disebut-sebut mampu membuat senjata canggih ini.

Seperti dilansir dari indomiliter.com, SPR-2 memiliki bentuk cukup modern. Desain senjata ini sekilas menyerupai senapan runduk M-93 Black Arrow kaliber 12,7 mm buatan Serbia. Adapun panjang keseluruhannya yakni 1755 mm, sedangkan panjang laras 1.055 mm.

Senjata ini berbobot 19,5 kilogram, atau lebih berat dari NTW-20 yang beratnya 14,5 kg. SPR-2 juga dibekali alat bidik teleskopik dengan pembesaran hingga 10 kali. SPR-2 memiliki kemampuan lain mengagumkan, yakni dapat menjangkau targetnya hingga radius 2 km. Meski jarak efektifnya hanya 1 km.

Senapan SPR-2 
Seperti NTW-20, SPR-2 dapat ditembakkan dengan cara tembak satu per satu. Pengoperasian senjata menggunakan pola bolt action. Terdapat beberapa tipe peluru untuk senapan SPR-2, di antaranya peluru standard MU 3TJ, peluru sniper 12,7 mm MU 3M, peluru antimaterial MU 3SAMM, peluru bakar tembus baja MU 3PB, peluru tracer MU 3N, peluru penembus armor MU 3P, dan yang paling dahsyat peluru tembus peledak MU 3BLAM.

Amunisi yang disebut terakhir bahkan punya efek bakar dan bisa meledakkan target langsung secara bersamaan. Dalam sebuah uji coba dengan pesaingnya yakni Truvelo dan Black Arrow, SPR-2 dapat mencapai performa brilian dengan mampu menembus lapisan baja 10 mm dari radius dua kilometer.

Sedangkan Truvelo dan Black Arrow gagal total. Berbekal daya rusak yang tinggi, tentu SPR-2 akan menjadi momok paling menakutkan bagi kendaraan tempur sekelas APC. Bahkan, material lambung kapal pun dapat dijebol dengan sangat mudah.

(Dikutip dari OKEZONE.COM)

Baca juga :
Bishop: Kekuatan Rusia Menurun, Indonesia Salah Satu Kekuatan Dunia

Bishop: Kekuatan Rusia Menurun, Indonesia Salah Satu Kekuatan Dunia

Kita boleh berbangga bahkan negara terkuat terdekat kita yaitu Australia kini menganggap RI satu kekuatan baru global bersama China, Jepang, dan India. Dia menggaris bawahi ketegasan pemimpin adalah yang mempengaruhi perimbangan kekuatan global saat ini, utamanya Putin.
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, pada Kamis (15/10/2015) mengatakan bahwa kekuatan Rusia menurun. Sebaliknya, China, India, Jepang dan Indonesia menjadi kekuatan dunia atau global.
Dalam sebuah forum di Washington, Bishop mengatakan, kebangkitan ekonomi Asia disertai dengan peningkatan kepentingan strategis, kekuatan militer dan “soft power”.

“Pada saat yang sama kekuasaan di tempat lain relatif menurun,” katanya kepada forum Centre for Strategic and International Studies. Namun, Bishop menegaskan analisanya itu tidak mengacu pada Amerika Serikat (AS) yang selama ini dipandang sebagai pemimpin global.

”Beberapa kekuatan menurun, dan tidak menampilkan ketegasan Presiden Putin yang lebih baru, saya akan menempatkan Rusia dalam kategori ini,” kata Bishop, seperti dikutip Sky News.

Bishop lantas menyampaikan data pangsa ekonomi global Rusia anjlok 1,6 persen. Hal itu menjadikan kekuatan ekonomi Rusia masuk di urutan ke-15 dunia. Kondisi itu berbeda dengan tahun 1980 di mana kekuatan ekonomi Rusia yang kala itu masih Uni Soviet ada di peringkat empat dunia dengan pangsa pasar global 7,7 persen.

Menurut Bishop, pamer kekuatan militer oleh Rusia dalam krisis Ukraina tidak menunjukkan kekuatan Rusia yang sebenarnya. Sedangkan perilaku China di panggung internasional lebih bernuansa, karena berusaha menjadi pemeran yang lebih besar dalam forum global seperti PBB.
(Dikutip dari SINDONEWS.COM)
.