Showing posts with label Keamanan. Show all posts
Showing posts with label Keamanan. Show all posts

Monday, 23 May 2016

TNI AD menjadi juara umum lagi pada Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2016

Jakarta - Penembak TNI AD kembali menjadi juara umum pada Lomba Tembak Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2016. Kontingen TNI AD yang dipimpin Mayor Inf Syafruddin itu hari ini telah tiba kembali di Indonesia. Rombongan yang terdiri dari 19 orang itu tiba di Terminal 1B VIP Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (23/5/2016).
Perlombaan tersebut berlangsung selama 16 hari dari tanggal 3 Mei 2016 hingga 19 Mei 2016 di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia.

TNI AD keluar sebagai Juara Umum AASAM tahun 2016 setelah meraih 23 medali emas dari 50 medali emas di berbagai materi lomba tembak, baik beregu maupun perorangan yang diperebutkan. Sebagai runner up adalah kontingen dari Angkatan Darat Tiongkok dengan perolehan 9 emas disusul peringkat ketiga yaitu kontingen dari Angkatan Darat Jepang yang memperoleh 4 medali emas.
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Sudirman menyambut kedatangan kontingen tersebut. Dia atas nama dan TNI AD dan KSAD Jenderal Mulyono menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas prestasi yang diraih.

"Anda telah meraih prestasi yang membanggakan karena dari 50 medali emas yang dipertandingkan, anda mendapatkan 23 medali emas dengan mengalahkan negara-negara kuat. Yang lebih membanggakan lagi penembak TNI AD berhasil berjaya dengan menggunakan pistol dan senapan buatan PT Pindad, salah satu industri strategis dalam negeri kebanggaan anak bangsa Indonesia," kata Sudirman.
Hadir pula di lokasi penyambutan istri dari para penembak TNI AD tersebut. Selain itu perwakilan dari PT Pindad juga tampak di lokasi.

Pada ajang menembak Angkatan Darat tingkat dunia yang diikuti oleh 20 negara, TNI AD berhasil mengalahkan beberapa negara yang dikenal memiliki kekuatan Angkatan Darat yang cukup kuat seperti Amerika Serikat, Prancis, United Kingdom dan tuan rumah, Australia.
Kontingen TNI AD yang dipimpin oleh Mayor Inf Syafruddin (Akmil 2000) yang sehari-hari menjabat Kasiops Sops Divisi 1 Kostrad berhasil meraih 23 medali emas dari 50 medali emas di berbagai materi lomba tembak, baik beregu maupun perorangan yang diperebutkan. Sebagai runner up adalah kontingen dari Angkatan Darat Tiongkok dengan perolehan 9 emas disusul peringkat ketiga yaitu kontingen dari Angkatan Darat Jepang yang memperoleh 4 medali emas.
(Dikutip dari detik.com)

Thursday, 12 May 2016

China Khawatir Indonesia Akan Genjot Anggaran Pertahanan Sampai US$20 Miliar/Tahun

WASHINGTON - Belanja pertahanan Indonesia bisa tumbuh sampai US$20 miliar per tahunpada 2019 untuk melindungi kedaulatannya, termasuk wilayah Laut Cina Selatan dekat klaim China, kata penasihat Presiden Indonesia Joko Widodo, Selasa (9/12/2014).


Sejumlah alat utama sistem persenjataan (Alutsista) berupa KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan helikopter Anti Kapal Selam (AKS) jenis Eurocopter SA 365/AS365 Dauphin 2 (Dolphin). Antara

Luhut Panjaitan, mantan komandan pasukan khusus Indonesia, mengatakan, Jakarta tidak punya rencana untuk menggunakan kekuatan untuk menyelesaikan sengketa teritorial di Laut China Selatan dan akanterus mempromosikan dialog antara Beijing dan saingan regional.

Tapi dia bilang itu penting untuk memperkuat militer Indonesia untuk melindungi kepentingan nasional,termasuk Natuna - yang terdiri dari 157 pulau yang sebagian besar tidak berpenghuni di lepas pantaibarat laut Kalimantan yang kaya minyak, gas dan ikan.

Secara resmi, China dan Indonesia sepakat pulau-pulau adalah bagian dari Provinsi Riau di Indonesia.Tapi pada April, kepala angkatan bersenjata Indonesia yang menuduh China memasukkan bagian dariNatuna dalam apa yang disebut "Sembilan-Dash Line," yang batasnya tidak jelas digunakan pada petaChina untuk mengklaim sekitar 90% dari Laut Cina Selatan, termasuk wilayah yang diklaim oleh anggota lain dari Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Asean).

Dunia Kaget Indonesia Punya Industri Pertahanan Antisadap

JAKARTA -- Produk pertahanan nasional Indonesia berpotensi besar di pasar global. Bahkan beberapa produk karya anak bangsa itu berhasil membuat pengunjung Defense & Security di Bangkok, Thailand terhenyak.

Deputi Menteri Pertahanan Malaysia Dato' Wira Mohd Johari bin Baharum di Paviliun Indonesia.
Salah satu produk yang mencuri perhatian publik adalah produk teknologi teknologi antisadap buatan perusahaan nasional PT Indoguard ika Cipta Kreasi (ICK). Kalangan pejabat militer dan sipil luar negeri tak menyangka jika Indonesia memiliki industri pertahanan di bidang pengamanan komunikasi teknologi antisadap.

Saturday, 7 May 2016

RBU 6000, Senjata "Aneh" Andalan Milik TNI AL

TNI Angkatan Laut ternyata memiliki senjata yang sangat sangar yakni, RBU (Reaktivno-Bombovaja Ustanovka ) 6000, senjata itu bisa dibilang menjadi senjata andalan TNI AL dalam gelar-gelar latihan tempur, seperti pada level Latihan Gabungan TNI. 


Senjata TNI AL RBU (Reaktivno-Bombovaja Ustanovka ) 6000
Satu unit RBU-6000 memiliki berat 3.100 kilogram 

Seperti dilansir Indomiliter edisi Senin 9 Januari 2014, TNI AL cukup beruntung memiliki jenis senjata ini, sebab RBU-6000 termasuk senjata anti-kapal selam di era Perang Dingin yang cukup diandalkan oleh negara-negara Pakta Warsawa atau sebuah aliansi militer negara-negara Blok Timur di Eropa Timur.

Baca juga :
Inilah Penampakan Senjata Bawah Air Menakutkan yang Akan Dirilis PT.PINDAD 2017
Senjata Buatan Pindad yang Bikin Indonesia Kian Seram

RBU-6000 mulai dioperasikan oleh Angkatan Laut Uni Soviet pada 1960-1961. Adaptasi RBU-6000 cukup luas, tidak hanya kelas korvet, jenis frigat hingga destroyer juga lazim mengandalkan RBU-6000.

Pengoperasian RBU-6000 sudah tergolong modern, yakni dengan sistem kendali otomatis dari pusat informasi tempur yang mengandalkan Burya fire control system agar akurasi serta arah elevasi multi larasnya dapat terjaga.
RBU Firing 

Secara total, pola penembakkan RBU-6000 dapat di setting untuk satu kali tembakan, 2x, 4x 8x atau salvo 12x. Menyadari panasnya laras setelah dilakukan penembakkan, dilakukan pendinginan dengan air.

Kemudian apabila amunisi sudah habis, sementara kapal selam yang diburu belum kalah tidak jadi masalah karena RBU-6000 siap melakukan reload amunisi secara otomatis dengan teknologi 60UP loading system yang terletak dibawah dek peluncur.

Design RBU6000 
Umumnya tiap-tiap peluncur dapat memuat magazine yang berisi 72 hingga 96 roket. Jumlah yang cukup besar untuk mengkandaskan atau paling tidak membuat kapal selam musuh rusak berat.

Satu unit RBU-6000 memiliki berat 3.100 kg, lebar 2 meter, tinggi 2,25 meter, dan lebar 1,75 meter. Untuk menyesiakan arah sasaran, tingkat elevasi dapat disesuaikan mulai dari -15 sampai 60 derajat. Untuk sudut putarnya mencapai 180 derajat.

(Dikutip dari rtv.co.id)

Friday, 6 May 2016

Inilah Penampakan Senjata Bawah Air Menakutkan yang Akan Dirilis PT.PINDAD 2017

Kita harus bangga dan percaya diri dengan inovasi terbaru PT PINDAD ini. Senapan Serbu Bawah Air ini merupakan senjata yang menakutkan, sehingga kita akan menjadi bangsa yang disegani dan dihormati di Kawasan Asia dan Dunia.

Jakarta - PT Pindad kembali meningkatkan inovasi produknya untuk jenis senapan. Setelah dikenalkan akan ada SSX yang bakal diluncurkan di tahun ini, kini masih ada senapan lain yang sedang dikembangkan.


Senapan Serbu Bawah Air (SSBA) menjadi nama senapan ini. Sesuai dengan namanya, senapan yang dikembangkan atas kerja sama Dislitbang TNI AL‎ ini merupakan senjata yang bisa digunakan di bawah air.

‎Senapan ini dibuat demi mendukung pasukan khusus TNI, di mana TNI AL dengan Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska), Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), dan Pasukan Intai Amfibi (Taifib)‎.

Dikatakan Silmy, selama ini pasukan khusus TNI tersebut masih dibekali oleh senapan buatan Rusia yang bernama‎ APS (
Avtomat Podwodnyy Spetsialnyy). Senapan bawah air Rusia ini pertama kali dikenalkan pada 1975. Namun sampai sekarang APS masih menjadi andalan beberapa pasukan khusus di masing-masing negara."Kita kembangkan sejak 2013, kemungkinan kita launching pada 2017, kita sedang sempurnakan terus agar menjadi senjata yang unggul‎," kata Silmy saat berbincang, Rabu (13/1/2016).


Untuk itulah, Pindad dengan TNI AL mengembangkan senapan dengan jenis yang sama. SSBA ini merupakan turunan dari SS1 Marinize, di mana senapan ini dikembangkan dengan sistem tahan air.

"Konsep bawah air itu beda dengan tahan air. Kalau bawah air itu ya bisa menembak di bawah air, tapi kalau tahan air itu, baru bisa digunakan kalau sudah keluar dari air," jelas Silmy.

Pemenuhan untuk pasukan khusus TNI tersebut merupakan alasan khusus dari pengembangan SSBA. Namun menurut Silmy tujuan utama adalah upaya untuk menjadikan Indonesia menjadi negara mandiri dalam membuat alutsista sehingga mengurangi ketergantungan terhadap luar negeri.
(Dikutip dari Liputan6.com)

Senjata Buatan Pindad yang Bikin Indonesia Kian Seram

INDONESIA sudah sepatutnya berbangga karena telah mempu menjelma menjadi salah satu negara dengan produsen senjata canggih di dunia. Adalah PT Pindad, aktor utama yang membuat persenjataan militer Indonesia begitu ditakuti dan diakui dunia.

Bahkan, kualitas mengagumkan senapan buatan Pindad ini berhasil membuat TNI berjaya dalam berbagai kompetisi menembak internasional. Sehingga sebagai anak bangsa sangat pantas kita berbangga atas prestasi industri senjata nasional satu ini.

Indonesia belum lama ini juga telah melakukan ekspansi bisnis senjatanyua hingga ke Timur Tengah, dengan menjual lisensi pembuatan senapan serbu SS-2 yang selama ini menjadi produk andalan Pindad.

Berikut deretan senjata canggih buatan PT Pindad yang bikin teknologi persenjataan Indonesia semakin mendunia sebagaimana dikutip Okezone dari berbagai sumber.

Senapan Serbu (SS-1)

Senapan Serbu (SS-1) merupakan senapan serbu buatan PT Pindad yang mengantongi lisensi dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN) asal Belgia.
SS-1

Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 milimeter standard NATO dan memiliki berat kosong 4,01 kilogram. Senapan SS-1 bersama dengan M16, Steyr AUG dan AK-47 menjadi senapan standard yang digunakan TNI dan Polri.

Senapan Serbu (SS-2)

Senapan Serbu (SS-2) merupakan generasi kedua dari senapan serbu Pindad edisi sebelumnya yakni SS1. Namun, ia memiliki desain lebih ergonomis, akurasi lebih baik, tahan dengan kelembaban udara tinggi dan tentunya lebih ringan. Jarak jangkauan tembak SS-2 mencapai 400- 500 meter dan dilengkapi teleskop Trijikon atau Close Quarter/Tactical CQT.


Senapan SS-2 (foto: Pindad) 

Selain itu, SS-2 juga dapat dipasangi peredam, teropong malam, bayonet, serta pelontar granat kaliber 40 milimeter. Sedangkan popornya dapat dilipat sehingga mudah untuk dibawa oleh prajurit di lapangan. Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 milimeter standard NATO dan memiliki bobot kosong 3,2 kg.

Senapan SS-2 juga dilengkapi ball stopper di mana saat peluru habis ditembakkan, penembak tidak perlu mengokang kembali senjata untuk pengisian magazin. Salah satu keunggulan SS-2 adalah minimnya entakan saat dipakai menembak. Selain tiu, ia juga dapat memuntahkan peluru tunggal ataupun rentetan peluru.

Senapan Sniper (SPR-2)

Senjata jenis ini hanya diproduksi tidak lebih dari empat negara di dunia, termasuk Indonesia. Amerika Serikat (AS) juga disebut-sebut mampu membuat senjata canggih ini.

Seperti dilansir dari indomiliter.com, SPR-2 memiliki bentuk cukup modern. Desain senjata ini sekilas menyerupai senapan runduk M-93 Black Arrow kaliber 12,7 mm buatan Serbia. Adapun panjang keseluruhannya yakni 1755 mm, sedangkan panjang laras 1.055 mm.

Senjata ini berbobot 19,5 kilogram, atau lebih berat dari NTW-20 yang beratnya 14,5 kg. SPR-2 juga dibekali alat bidik teleskopik dengan pembesaran hingga 10 kali. SPR-2 memiliki kemampuan lain mengagumkan, yakni dapat menjangkau targetnya hingga radius 2 km. Meski jarak efektifnya hanya 1 km.

Senapan SPR-2 
Seperti NTW-20, SPR-2 dapat ditembakkan dengan cara tembak satu per satu. Pengoperasian senjata menggunakan pola bolt action. Terdapat beberapa tipe peluru untuk senapan SPR-2, di antaranya peluru standard MU 3TJ, peluru sniper 12,7 mm MU 3M, peluru antimaterial MU 3SAMM, peluru bakar tembus baja MU 3PB, peluru tracer MU 3N, peluru penembus armor MU 3P, dan yang paling dahsyat peluru tembus peledak MU 3BLAM.

Amunisi yang disebut terakhir bahkan punya efek bakar dan bisa meledakkan target langsung secara bersamaan. Dalam sebuah uji coba dengan pesaingnya yakni Truvelo dan Black Arrow, SPR-2 dapat mencapai performa brilian dengan mampu menembus lapisan baja 10 mm dari radius dua kilometer.

Sedangkan Truvelo dan Black Arrow gagal total. Berbekal daya rusak yang tinggi, tentu SPR-2 akan menjadi momok paling menakutkan bagi kendaraan tempur sekelas APC. Bahkan, material lambung kapal pun dapat dijebol dengan sangat mudah.

(Dikutip dari OKEZONE.COM)

Baca juga :
Bishop: Kekuatan Rusia Menurun, Indonesia Salah Satu Kekuatan Dunia

Tuesday, 3 May 2016

10 WNI Bebas Tanpa Uang, Filipina Bingung dan Curiga

Kepala polisi Jolo, Junpikar Sitin sulit membayangkan Abu Sayyaf membebaskan sandera tanpa menerima uang tebusan. Ini menimbulkan kecurigaan di pihaknya.
Polisi Filipina


TEMPO.COManila - Sebanyak 10 dari 14 sandera yang disekap oleh kelompok separatis Filipina atau dikenal dengan Abu Sayyaf dibebaskan. Mereka adalah awak kapal tugboat Brahma 12 dan tongkang Anand.

Namun, pembebasan 10 warga Indonesia tersebut disangsikan oleh beberapa pihak bahwa itu dilakukan secara gratis tanpa uang tebusan.

Kepala polisi Jolo, Junpikar Sitin mengaku bahwa tidak mengetahui mengenai kesepakatan yang terjadi, namun sepengetahuannya, Abu Sayyaf tidak pernah melepaskan sanderanya tanpa uang tebusan.

BACA JUGA 

Geger Megawati Sebut Sandera Bebas karena Uang, Istana Membantah


Seperti yang dilansir Asiaone, Senin,2 Mei 2016, seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya juga menyatakan telah terjadi transaksi 50 juta peso atau setara dengan Rp 13,1 miliar dari pihak Indonesia ke Abu Sayyaf.

Keraguan bahwa pembebasan itu tanpa syarat juga diutarakan anggota staf militer Filipina yang ikut dalam negosiasi dengan Abu Sayyaf. Dia mengatakan tidak tahu tentang pembayaran tebusan, tetapi ia menambahkan bahwa sulit membayangkan Abu Sayyaf membebaskan sandera tanpa menerima uang tebusan.

Berbagai laporan media Filipina juga mengatakan bahwa mereka meragukan pembebasan tersebut tanpa syarat uang tebusan.

Wali kota Jolo, Hussin Amin yang marah dengan pemberitaan pembayaran uang tebusan tersebut mengatakan dia menyambut baik pembebasan sandera asal Indonesia tersebut, namun juga mangaku tidak tahu menahu mengenai apakah uang tebusan telah dibayar.

"Jika pembebasan itu dilakukan dengan imbalan uang, maka mereka yang membayar telah mendukung Abu Sayyaf," kata Amin. "Uang ini akan digunakan membeli lebih banyak senjata dan digunakan sebagai dana mobilisasi oleh penjahat ini."
(Dikutip dari TEMPO.CO)

Geger Megawati Sebut Sandera Bebas karena Uang, Istana Membantah

Seperti untuk mendapatkan panggung, pernyataan Megawati tentang tebusan dalam pembebasan sandera 10 ABK WNI mengundang kehebohan, bagaimanakah reaksi Istana?



Sejumlah anak buah kapal (ABK) WNI korban sandera militan Abu Sayyaf, berjabat tangan dengan perwakilan Pemerintah saat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 1 Mei 2016. Sepuluh orang ABK yang hampir satu bulan ditawan akhirnya dibebaskan lewat jalan negosiasi. 
Jakarta - Istana Kepresidenan membantah pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri bahwa sepuluh warga negara Indonesia yang disandera jaringan teroris Abu Sayyaf bebas karena tebusan.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung, yang juga mantan Sekretaris Jenderal PDIP, mengatakan pembebasan tersebut terjadi karena diplomasi total. "Seperti yang sudah saya jelaskan (lewat diplomasi total)," ujarnya saat dimintai tanggapan soal pernyataan Megawati, Senin, 2 Mei 2016.

Megawati menyinggung mengenai pembebasan para sandera saat menghadiri acara diskusi terkait dengan rekrutmen pegawai negeri sipil di Jakarta. Ia mengatakan para sandera itu dilepas jaringan Abu Sayyaf karena sudah ditebus. "Wong sandera itu sudah ada yang ngurusin, kok," kata Megawati.

BACA JUGA

Akhirnya Kivlan Buka Rahasia Kronologis Pembebasan Sandera


Sebelumnya, di kantor berita asing, berkembang isu bahwa bebasnya kesepuluh sandera yang ditahan sejak 26 Maret 2016 karena upaya perusahaan tempat mereka bekerja, Patria Maritime Lines. Dikutip dari Rappler Filipina, misalnya, Patria disebutkan bersedia membayar tebusan US$ 1 juta atau kurang-lebih Rp 14,3 miliar kepada jaringan Abu Sayyaf, dan uang itu dibayar pada 29 April lalu.

Pramono enggan menanggapi banyak soal pernyataan Megawati tersebut. Ketika ditanyai untuk pertama kalinya tentang pernyataan Megawati, Pramono malah sempat kebingungan dan tertunduk beberapa saat sebelum kemudian memberikan tanggapan.

Kebingungan serupa ditunjukkan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Pandjaitan. Ia mengaku harus mengecek dulu soal alasan Megawati memberikan pernyataan tersebut. "Saya belum cek lagi. Kan, saya dari dalam Istana," tuturnya.

Dalam keterangan pers, pihak Istana mengatakan pembebasan sandera dilakukan tanpa mengeluarkan uang sama sekali. Selain itu, pembebasan tersebut dibantu berbagai pihak, baik orang maupun yayasan, dengan pemerintah Indonesia sebagai pimpinan utama.
(Dikutip dari TEMPO.CO)

Akhirnya Kivlan Buka Rahasia Kronologis Pembebasan Sandera

Banyak berita simpang siur mengenai pembebasan sandera, termasuk kecurigaan dari pemerintah Filipina dan pernyataan menghebohkan dari Megawati tentang pembayaran tebusan, akhirnya Kivlan Zen buka rahasia.
Kivlan Zen, negosiator dalam upaya pembebasan sandera 10 WNI dari Sekapan Abu Sayyaf
Jakarta - Sekitar sepuluh warga negara Indonesia dari 14 orang yang disandera oleh kelompok separatis Filipina atau yang dikenal dengan Abu Sayyaf akhirnya dibebaskan. Kesepuluh WNI itu adalah awak kapal tugboat Brahma 12 dan kapal tongkang Anand yang sebelumnya bermuatan batu bara.
Baca juga :

10 WNI Bebas Tanpa Uang, Filipina Bingung dan Curiga

Mayor Jenderal Purnawiraan Kivlan Zein, negosiator yang ikut dalam upaya pembebasan sandera, menuturkan, negosiasi pembebasan sandera menjadi mulus lantaran melibatkan Gubernur Zulu Abdsakur Toto Tan II. Toto ini keponakan pemimpin Moro National Liberation Front (MNLF), Nur Misuari.

Kivlan Buka Rahasia, Alasan Moro Terlibat Negosiasi Sandera Abu Sayyaf

Mengapa menyeret nama Nur Misuari, karena sang penculik, Al Habsyi Misa, adalah mantan supir dan pengawal saat Nur Misuari menjadi Gubernur Otonomi Muslim di Mindanao atau ARMM pada 1996-2001. "Saya sebagai wakil perusahaan meminta bantuannya membujuk sang penculik, dan berhasil membujuknya," kata Kivlan yang saat dihubungi masih di Filipina, Minggu, 1 Mei 2016.

Menurut Kivlan, kelompok Abu Sayyaf merupakan sempalan dari kelompok MNLF yang memilih berdamai dengan pemerintah Filipina. "Jadi ini murni negosiasi yang melibatkan perwakilan dari kedua negara, dan satu tokoh yang cukup disegani oleh kelompok Abu Sayyaf," ucap Kivlan Zein.

Para sandera itu sudah diserahterimakan di sebuah pantai di selatan Mindanao. Serah terima dilakukan pada pukul 12.00 waktu setempat. Kivlan sendiri mengaku sebagai pihak yang mewakili perusahaan PT Patria Maritime Lines, dan turun untuk bernegosiasi sejak 27 Maret 2016.

Kivlan mengaku terlibat karena pernah bertugas sebagai pasukan perdamaian Filipina Selatan pada 1995-1996. Saat tugas itu  Kivlan mengenal Nur Misuari dengan sangat baik. Keakraban itulah yang kemudian digunakan Kivlan melobi kelompok Abu Sayyaf agar membebaskan WNI yang disandera.

Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah Nur Misuari segera menghubungi Toto agar bernegosiasi dengan kelompok militan Abu Sayyaf. Negosiasi pertama dilakukan pada akhir Maret tak lama setelah sepuluh sandera itu disekap. Negosiasi itu juga melibatkan petinggi Patria Maritime dan intelijen Filipina. "Kemudian direspons badan intelijen strategis TNI dan terjadi komunikasi," kata Kivlan.

Seringnya negosiasi yang dibantu pemerintah Filipina, bekas militan MNLF dan beberapa organisasi lainnya, akhirnya pada 1 Mei, 10 sandera itu dibebaskan. "Sekarang kami mencoba negosiasi membebaskan empat sandera yang masih ditahan," kata Kivlan. Empat sandera yang masih ditahan itu awak kapal lain.
(Dikutip dari TEMPO.CO)